Sejarah Legalitas Casino dari Masa ke Masa. Sejarah legalitas casino dari masa ke masa mencerminkan perjalanan panjang antara pandangan moral masyarakat, kebutuhan ekonomi negara, dan perkembangan teknologi perjudian. Dari perjudian kuno yang diterima sebagai hiburan hingga era modern di mana casino menjadi industri bernilai triliunan dolar, regulasi selalu berubah mengikuti nilai budaya, agama, dan kepentingan politik. Di tahun 2026 ini, perbedaan pendekatan antarnegara semakin tajam: ada yang melarang total, ada yang mengatur ketat, dan ada pula yang membuka lebar untuk menarik investasi. Memahami sejarah ini membantu melihat mengapa casino tetap kontroversial namun terus berkembang. BERITA OLAHRAGA
Awal Mula: Perjudian Kuno hingga Abad Pertengahan: Sejarah Legalitas Casino dari Masa ke Masa
Perjudian sudah ada sejak ribuan tahun lalu, tapi casino modern baru muncul di abad ke-17. Di Italia pada tahun 1638, Ridotto di Venesia menjadi casino pertama yang diatur resmi oleh pemerintah. Ia dibuka untuk mengontrol perjudian liar dan menghasilkan pendapatan negara, tapi ditutup pada 1774 karena dianggap merusak moral. Di Prancis, casino mulai diizinkan pada abad ke-18 di spa dan resor, sementara di Inggris perjudian diatur melalui undang-undang ketat yang melarang permainan untung-untungan bagi kelas bawah. Pada abad ke-19, Amerika Serikat sempat membuka casino di sungai-sungai Mississippi, tapi kemudian dilarang di banyak negara bagian karena gelombang reformasi moral dan agama. Legalitas casino di masa ini lebih banyak ditentukan oleh agama dan kelas sosial daripada ekonomi.
Era Modern: Larangan Massal dan Munculnya Zona Khusus: Sejarah Legalitas Casino dari Masa ke Masa
Abad ke-20 menjadi masa larangan besar-besaran. Di Amerika Serikat, Prohibition dan undang-undang anti-perjudian membuat casino ilegal di hampir seluruh wilayah hingga Nevada melegalkannya pada 1931 untuk menyelamatkan ekonomi pasca-Depresi Besar. Las Vegas kemudian menjadi simbol casino legal modern. Di Eropa, banyak negara melarang casino setelah Perang Dunia II karena alasan moral dan rekonstruksi ekonomi. Namun, Monaco dan beberapa kota kecil Eropa mempertahankan casino sebagai sumber pendapatan wisata. Di Asia, Jepang dan Korea Selatan melarang casino bagi warga lokal hingga akhir abad ke-20, sementara Makau mulai menjadi pusat perjudian setelah Portugal menyerahkan kedaulatan pada 1999. Filipina juga membuka casino untuk turis asing. Masa ini menandai pergeseran dari larangan moral ke pendekatan ekonomi: casino diizinkan jika bisa menghasilkan pajak dan lapangan kerja tanpa merusak masyarakat lokal.
Perkembangan Digital dan Regulasi Kontemporer
Munculnya casino online pada akhir 1990-an mengubah segalanya. Pada awal 2000-an, banyak negara Barat seperti Inggris dan Malta mengeluarkan lisensi online untuk mengatur pasar yang sebelumnya liar. Regulasi ini mewajibkan audit RNG, batas deposit, dan program anti-kecanduan. Di Asia, Filipina menjadi pelopor lisensi online pada 2010-an, sementara Makau fokus pada casino darat. Indonesia, Malaysia, dan negara mayoritas Muslim tetap melarang total, dengan penegakan yang semakin ketat melalui pemblokiran situs dan pemantauan transaksi. Di tahun 2026 ini, tren global menunjukkan lebih banyak negara mempertimbangkan regulasi progresif untuk mengalihkan pendapatan dari pasar gelap ke kas negara. Namun, tantangan seperti kecanduan dan pencucian uang membuat regulasi semakin kompleks, dengan fokus pada perlindungan pemain dan pajak yang adil.
Kesimpulan
Sejarah legalitas casino menunjukkan perjalanan panjang dari perjudian liar yang diterima secara budaya hingga regulasi modern yang menyeimbangkan ekonomi dan perlindungan masyarakat. Dari Ridotto Venesia hingga casino online berlisensi di era digital, pendekatan selalu berubah mengikuti nilai zaman. Di tahun 2026 ini, negara-negara semakin terbagi antara larangan ketat dan regulasi progresif, dengan fokus pada pajak, keadilan permainan, dan pencegahan kecanduan. Legalitas casino bukan lagi soal benar-salah, melainkan bagaimana mengelola risiko sambil memanfaatkan potensi ekonomi. Bagi pemain dan masyarakat, memahami sejarah ini membantu melihat bahwa perjudian selalu kontroversial, tapi regulasi yang baik bisa membuatnya lebih aman dan terkendali. Masa depan kemungkinan akan lebih banyak negara memilih jalan tengah: mengatur ketat daripada melarang total.