Perbedaan Casino Kamboja dan Negara Asia Lain. Casino di Asia Tenggara dan Asia Timur punya karakter berbeda-beda tergantung regulasi, target pasar, dan lokasi geografis masing-masing negara. Kamboja, meski ukurannya kecil, berhasil jadi salah satu pusat casino regional yang unik karena pendekatan “terbuka untuk asing, tertutup untuk lokal”. Berbeda dengan negara seperti Singapura, Makau, atau Filipina yang mengintegrasikan casino ke dalam resor mewah skala besar, atau Vietnam dan Laos yang lebih fokus pada perbatasan, Kamboja menawarkan model casino yang lebih sederhana tapi sangat ramai di kawasan perbatasan. Di awal 2026, perbedaan ini semakin terlihat karena Kamboja tetap mengandalkan wisatawan regional sementara negara lain berorientasi pada turis internasional kelas atas. Artikel ini membahas perbedaan utama Kamboja dengan beberapa negara Asia lain dalam hal regulasi, target pengunjung, skala operasi, dan suasana permainan. BERITA OLAHRAGA
Regulasi dan Akses bagi Pemain Lokal: Perbedaan Casino Kamboja dan Negara Asia Lain
Perbedaan paling mencolok adalah kebijakan akses bagi warga negara sendiri. Di Kamboja, warga lokal dilarang keras masuk casino—baik darat maupun online—dengan hukuman pidana bagi yang melanggar. Casino hanya boleh dikunjungi wisatawan asing yang membawa paspor. Kebijakan ini mirip dengan Thailand (yang melarang casino sepenuhnya kecuali di perbatasan tidak resmi) tapi kontras dengan Singapura yang mengizinkan warga lokal masuk dengan membayar levy masuk tinggi (sekitar SGD 100 per hari). Makau dan Filipina juga membuka casino untuk penduduk lokal tanpa larangan ketat, meski ada batasan usia dan program anti-kecanduan. Vietnam dan Laos punya model mirip Kamboja di kawasan perbatasan—hanya untuk asing—tapi skala operasinya jauh lebih kecil. Larangan bagi lokal di Kamboja membuat casino terasa lebih eksklusif bagi wisatawan, tapi juga memicu isu penegakan hukum karena banyak warga lokal yang mencoba masuk dengan cara ilegal.
Target Pasar dan Lokasi Casino: Perbedaan Casino Kamboja dan Negara Asia Lain
Kamboja sangat bergantung pada wisatawan regional dari negara tetangga. Poipet ramai dengan pemain Thailand, Bavet dengan pemain Vietnam, sementara Sihanoukville (meski mengecil) masih menarik sebagian pemain China. Target utama adalah wisatawan darat yang datang untuk liburan singkat atau day trip—jarak dekat dan biaya murah jadi daya tarik utama. Berbeda dengan Makau yang mengandalkan turis internasional kelas atas dan high roller dari China daratan, atau Singapura yang menargetkan turis global mewah dengan resor terintegrasi. Filipina (terutama Manila dan Cebu) juga fokus pada turis asing tapi dengan campuran lokal yang signifikan. Casino di Laos dan Vietnam lebih mirip Kamboja—fokus perbatasan dan pemain regional—tapi jumlah dan skala fasilitasnya jauh lebih terbatas. Lokasi casino Kamboja yang dominan di perbatasan membuatnya lebih mudah diakses darat, sementara negara lain seperti Singapura atau Makau mengandalkan bandara internasional dan koneksi penerbangan langsung.
Skala Operasi dan Suasana Permainan
Casino di Kamboja cenderung lebih sederhana dan langsung dibandingkan negara lain. Kompleks di Poipet atau Bavet biasanya mencakup lantai permainan sedang, hotel standar, restoran buffet, dan sedikit hiburan malam—fokus pada volume pengunjung tinggi dengan tarif terjangkau. Permainan dominan adalah baccarat, sic bo, dan slot dengan taruhan rendah hingga sedang. Suasana ramai, agak gaduh, dan sangat sosial—mirip pasar malam dengan elemen judi. Bandingkan dengan Makau yang punya casino megah skala dunia dengan ribuan meja, hotel bintang lima, dan hiburan kelas atas seperti pertunjukan internasional. Singapura menawarkan pengalaman mewah dengan arsitektur ikonik, restoran Michelin, dan atraksi non-judi yang kuat. Filipina punya campuran antara mewah dan menengah, sementara casino di Laos atau Vietnam lebih kecil dan kurang glamor. Kamboja menang dalam hal aksesibilitas dan harga, tapi kalah dalam kemewahan dan variasi hiburan dibandingkan pemain besar seperti Makau atau Singapura.
Kesimpulan
Casino Kamboja punya posisi unik di Asia karena menggabungkan akses mudah bagi wisatawan regional, larangan ketat bagi warga lokal, serta model operasi yang sederhana tapi sangat efektif menarik volume besar. Berbeda dengan Makau dan Singapura yang berorientasi mewah dan internasional, atau Filipina yang punya campuran lokal-asing, Kamboja lebih mirip model perbatasan seperti di Laos dan Vietnam—tapi dengan skala dan keramaian yang jauh lebih besar. Perbedaan ini membuat Kamboja tetap kompetitif di segmen wisata judi murah dan cepat, terutama bagi pemain dari Thailand dan Vietnam. Di 2026, dengan regulasi yang semakin ketat, Kamboja tampaknya akan terus mempertahankan identitasnya sebagai “casino perbatasan” yang ramai dan terjangkau, sementara negara lain fokus pada pengalaman premium dan diversifikasi pariwisata. Bagi wisatawan yang mencari suasana santai, harga ramah, dan permainan langsung, Kamboja masih punya tempat khusus di peta casino Asia.